SUPERVISI AKDEMIK

 

Alur Supervisi Akademik Kepala Sekolah terhadap Guru Mata Pelajaran

Supervisi akademik biasanya dibagi menjadi tiga tahapan utama yang saling terkait dan berkesinambungan.

Tahap I: Perencanaan (Pra-Observasi)

Tahap ini dilakukan sebelum kepala sekolah atau supervisor memasuki kelas. Tujuannya adalah menyamakan persepsi, menentukan fokus, dan mempersiapkan instrumen.

LangkahKegiatan Kepala Sekolah (KS) dan GuruHasil yang Diharapkan
1. Penyusunan Program TahunanKS menyusun rencana supervisi tahunan (jadwal, sasaran, fokus materi, dan instrumen yang akan digunakan).Program kerja yang terstruktur.
2. Pertemuan Awal (Pra-Konferensi)KS dan Guru mata pelajaran berdiskusi santai mengenai:
a. Materi pelajaran yang akan diobservasi.
b. Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
c. Metode/strategi yang akan digunakan guru. d. Masalah/kendala yang mungkin dihadapi guru.
Kesepakatan tentang hari/tanggal, fokus observasi, dan instrumen yang relevan.
3. Review RPP/Modul AjarGuru menyerahkan RPP atau Modul Ajar. KS meninjau kesesuaian antara tujuan, materi, alokasi waktu, dan penilaian.Guru memastikan perangkat pembelajaran sudah siap dan sesuai.
4. Penentuan Fokus ObservasiKS menetapkan aspek spesifik yang akan menjadi fokus utama pengamatan (misalnya: pengelolaan waktu, penggunaan media, interaksi guru-siswa, atau keterampilan bertanya).Fokus pengamatan yang jelas, spesifik, dan terukur.

Tahap II: Pelaksanaan (Observasi Kelas)

Ini adalah inti dari supervisi, di mana kepala sekolah mengamati proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

LangkahKegiatan Kepala Sekolah (KS)Hasil yang Diharapkan
1. Pengamatan di KelasKS duduk di lokasi yang tidak mengganggu, menggunakan instrumen observasi yang telah disiapkan. KS mencatat data secara objektif (apa yang dikatakan dan dilakukan guru/siswa) sesuai fokus yang telah disepakati.Data observasi yang akurat dan objektif, tidak bersifat penilaian subjektif.
2. Pengumpulan Bukti FisikKS dapat mengumpulkan bukti tambahan seperti lembar kerja siswa, hasil diskusi, atau media yang digunakan guru (jika diperbolehkan).Bukti pendukung untuk analisis dan umpan balik.
3. Catatan Non-VerbalKS mencatat aspek-aspek non-verbal seperti suasana kelas, tingkat keterlibatan siswa, dan bahasa tubuh guru.Pemahaman menyeluruh tentang dinamika kelas.

Tahap III: Tindak Lanjut (Pasca-Observasi)

Tahap ini adalah yang paling penting untuk pertumbuhan profesional guru. Ini dilakukan setelah observasi selesai.

LangkahKegiatan Kepala Sekolah (KS) dan GuruHasil yang Diharapkan
1. Analisis Data dan Penilaian DiriGuru melakukan penilaian diri (self-assessment) tentang jalannya pembelajaran. Sementara itu, KS menganalisis data observasi yang dikumpulkan.Guru menyadari kelebihan dan area yang perlu dikembangkan.
2. Konferensi Umpan Balik (Feedback)KS dan Guru bertemu untuk berdiskusi: a. KS menyampaikan hasil observasi secara objektif, dimulai dari aspek positif yang sudah baik (Pujian/Kekuatan). b. KS dan Guru bersama-sama mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan (Area Pengembangan). c. Diskusi difokuskan pada mengapa sesuatu terjadi dan bagaimana memperbaikinya.Guru menerima umpan balik konstruktif dan termotivasi.
3. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL)Guru dan KS bersama-sama merumuskan langkah konkret dan spesifik yang akan dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Contoh RTL: Mengikuti pelatihan tentang penggunaan media interaktif, mencoba strategi diskusi kelompok baru, atau membaca referensi tentang penilaian otentik.Rencana perbaikan yang terukur, realistis, dan berjangka waktu.
4. Pelaksanaan dan Monitoring RTLGuru melaksanakan RTL di kelas berikutnya. KS melakukan monitoring (bisa berupa observasi susulan/pendek, wawancara, atau meninjau Modul Ajar berikutnya).Peningkatan kinerja guru dan tercapainya target perbaikan.

Prinsip Kunci dalam Supervisi Akademik

  1. Kolegialitas : Supervisi dilakukan dalam suasana kemitraan dan saling percaya, bukan sebagai kegiatan inspeksi yang mengintimidasi.

  2. Fokus pada Pengembangan : Tujuan utamanya adalah pengembangan profesional guru, bukan mencari kesalahan.

  3. Objektif : Umpan balik harus berdasarkan data dan bukti yang diamati di kelas, bukan pada opini pribadi.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar